Sawah Rusak dan Terbengkalai, BRMP Sumsel Gerak Cepat Pulihkan Pertanian Paiker
EMPAT LAWANG - BRMP Sumsel terus mempercepat langkah pemulihan sektor pertanian di daerah terdampak bencana. Sabtu (6/6/2026), Staf Khusus Menteri Pertanian RI, Prof. Sam Herodian, bersama Kepala BRMP Sumatera Selatan, Noor Roufiq Ahmadi, turun langsung ke Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kab. Empat Lawang, untuk melakukan identifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL). Kunjungan ini menjadi respons cepat atas keluhan petani yang selama bertahun-tahun menghadapi kerusakan lahan dan infrastruktur pertanian akibat bencana hidrometeorologi berulang.
Paiker dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan potensial di Sumatera Selatan dengan luas baku sawah mencapai 2.235 hektare dan didukung 309 kelompok tani. Namun, potensi tersebut terhambat oleh banjir yang berulang kali melanda wilayah ini. Luapan Sungai Air Hitam dan Sungai Air Keruh telah menyebabkan kerusakan besar sejak beberapa tahun terakhir, termasuk banjir bandang pada 2021, 2024, hingga banjir terbaru pada April 2026 yang mengakibatkan puluhan hektare sawah mengalami puso atau gagal panen.
Dampak yang paling dirasakan petani terjadi pada rusaknya jaringan irigasi sekunder Daerah Irigasi Air Keruh akibat runtuhnya bendung alam di bagian hulu. Kondisi tersebut membuat sekitar 10 desa kehilangan pasokan air dan tidak dapat mengusahakan sawahnya secara optimal. Bahkan, sebagian petani mengaku sudah hampir sembilan tahun tidak dapat menanam padi karena lahan tertimbun material batu dan saluran irigasi yang rusak belum sepenuhnya pulih.
Melihat kondisi tersebut, Staf Ahli Menteri meminta agar usulan CPCL rehabilitasi lahan sawah segera diselesaikan dan dikirimkan ke BRMP Sumsel dalam waktu sepekan. Selain itu, ia juga menginstruksikan agar dilakukan koordinasi intensif antara BPLIP Kelas I Palembang dan BBWS Sumatera VIII guna mempercepat penanganan infrastruktur pengairan. Upaya ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pertanian Paiker, sehingga sawah-sawah yang selama ini terbengkalai dapat kembali produktif dan memberikan harapan baru bagi para petani setempat.